Ingin Lebih Aktif di Pemerintahan, Golkar Minta Jatah Menteri Ditambah

0
1
https://news.okezone.com/read/2019/07/17/337/2080094/ingin-lebih-aktif-di-pemerintahan-golkar-minta-jatah-menteri-ditambah

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, ingin mendapatkan kursi menteri lebih banyak pada kabinet periode 2019-20124, dibanding saat ini. Hal itu agar, kata dia, Golkar dapat lebih aktif lagi di pemerintahan mendatang.

Sekadar diketahui, pada susunan Kabinet Kerja saat ini, setidaknya ada 3 politikus Golkar yang menjadi pembantu Jokowi, yaitu Luhut Binsa Panjaitan (Menko Maritim), Airlangga Hartarto (Menperin), serta Agus Gumiwang Kartasasmita (Mensos).

Airlangga beralasan, pada Pilpres 2019 Golkar sejak awal sudah mengusung pencalonan Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Kondisi ini berbeda dengan Pilpres 2014. Saat itu, Golkar mengusung penantang Jokowi, meski di tengah jalan ikut mendukung pemerintah.

“Kemarin kita kan bergabung di babak kedua. Sekarang kan kita ikut dari babak pertama. Ya tentu harapannya akan berpartisipasi lebih aktif ya,” tutur Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga

Airlangga mengklaim, Partai Golkar memiliki banyak kader potensial yang bisa mengisi posisi menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf mendatang.

“Saya rasa Golkar salah satu (partai-red) yang punya kader banyak dan bisa ditempatkan di berbagai posisi,” katanya.

Baca Juga : Namanya Disodorkan Jadi Calon Menteri dari PPP, Achmad Farial: Mungkin Cuma untuk Pelengkap

Namun, Airlangga kembali menyerahkan ihwal jatah menteri kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, Partai Golkar akan mengikuti hak prerogatif presiden dalam menunjuk menterinya.

“Nanti itu kan terkait dengan portofolio, itu prerogatif presiden. Golkar akan menyesuaikan portofolionya di mana dan orangnya siapa,” tuturnya.

Baca Juga : PKB Tak Masalah PPP Sodorkan 15 Kader Calon Menteri ke Jokowi, Asal…

(erh)

https://news.okezone.com/read/2019/07/17/337/2080094/ingin-lebih-aktif-di-pemerintahan-golkar-minta-jatah-menteri-ditambah